Diam-diam nanarku menétési ubin mimpi,,
lembab dan bersayap dia teriak,,
nanarku tawarkan keyakinan yang tenggelam,,
ratapi mimpi yang jelas temaram,,
rantai cinta berkarat dalam nyanyian dusta,,
yang terpaksa bicara karena keputus-asaan pilihan,,
lengkap cinta menuntut syarat dalam keberpihakan dunia,,
andaiku adalah pejuang tanpa nama,,
kutantang takdir atas nama senja,,
tapi ada namaku dalam cinta,,
dan akulah sang pendusta,,
dalam kutukan perasaan kutimbun pusara tanpa makna,,
ada kehilangan yang besar dari sebuah nilai keyakinan,,
kehampaan yang bertahta tak dapat menerka,,
kemanakah cinta kusapa saat cinta palingkan muka,,
satu nama yang takkan ada,,
hanya sampah cinta mengundang bencana,,
kutukan yang menjelma nyata adalah sisa nyawa yang kupunya,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar