Selasa, 13 November 2012

Langkah Palsu,,

Melayang menatap masa depan,,
hanya kegelapan yang tergambar tegas,,
langkah ku mundur sebelah tangan,,
saat anjing gurun mengoyak hati,,
cinta yang tertinggal tak mungkin ku kenal,,
karena mata tak lagi mampu menatap aura surga,,
hitam membalut dada,,
kelam kehidupan menutup cakrawala pujangga,,
hati tak lagi séhat karena digerogoti mimpi,,
raungan puisi sebagai cermin diri memaki sunyi memecah sisi hati,,
lolongan rintih malam membutakan keyakinan,,
satu kaki tertahan diantara kebenaran,,
tangan mengepal mérah meraih kibaran putih di ujung tiang,,
menyerah,,
adalah sebuah keharusan mutlak dalam élévasi mimpi,,
tak nyatalah rencana panjang cinta yang tertuang dalam angan,,
hilang ditelan paksaan dalam pilihan kehidupan,,
adakah keberpihakan dunia untuk membunuh pelan-pelan seorang pejuang,,
terhenti kembali dalam titik bunuh diri,,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar