Diamkah aku dalam kesendirian,,
réntétan tanya mengalun berirama,,
satu keadaan sesak yang mulai teriak,,
tertahan dalam suntikan tekanan,,
memaki hati tanpa perlawanan dalam diam yang tak jua terpinggirkan,,
menatap dalam keanggunan dari kejauhan,,
hanya dari jauh,,
setitik harapan terakhir yang t'lah berakhir,,
meniti jalan terbalik menatap kembali,,
kau,,gadis yang kupuja dalam muramnya surga,,
bukan sekali kumenatapmu dalam kebisuanku,,
pelan-pelan dalam kemunafikan mengutuk cintamu,,
sampai kapan raga tanpa kepala menanti surya terperdaya,,
dalam keterbatasan daya tanpa nama kuuntai cinta tanpa rasa,,
bekulah tatapanku dalam kepingan bisu,,
hari yang kubagi dalam bayang mentari,,
hanya bisa tertawai segala keluguan dalam lamunanmu,,
hanya ikuti permainanmu dalam keangkuhan waktu,,
hanya menari di ufuk nurani dalam sepi,,
untukmu,,
kugadaikan surga untuk membusuk dalam darahmu,,
kuhancurkan waktu untuk terkutuk dalam cintaku,,
jangan jawab aku,,
larilah dari harapanku yang terlanjur membatu dalam catatan semu,,
hilanglah dari tatapanku yang tak juga mampu untuk menutup dari pesonamu,,
jika tak bisa,,
bunuhlah aku dengan segenap dayamu,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar