kudatang kembali mengasah duri dalam mimpi,,
berlari tuk jauhi hati yang mati,,
karna diri tanpa hati tikam nurani dalam sunyi bunuh diri,,
berganti sepi tiap tepi mimpi,,
berontak teriak memikat sekat yang merekat,,
dalam dekap dan detak gemuruh otak yang sesak,,
ilusi sepi hanya meniti dan dekati,,
detik-detik menuju mati,,
tak ada keluhan yang terlontar,,
menganga atas nama cinta,,
terkikis dalam kelajuan apatis,,
menari dengan jari yang berganti,,
menahan tekanan dalam semangat terpinggirkan,,
adakah tersisa,,
segenggam mimpi yang takkan nyata,,
dalam keabadian luka yang disengaja,,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar